Desain Mobile Agent Pencarian Hotel Berbasis Android


1.1           Latar Belakang
Ketika platform PC (Personal Computer) muncul menantang platform Mainframe atau Miniframe, banyak orang pada saat itu tidak pernah bisa membayangkan akan seperti apa PC digunakan seperti pada saat ini. PC telah menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kehidupan manusia dalam akhir abad ini. Demikian juga ketika internet dating, belum terpikirkan akan membuat berjuta – juta orang menikmati manfaatnya, menggunakannya untuk keperluan bisnis, hiburan, komunikasi, interaksi dan yang lain seperti yang sekarang terjadi.
Itu berarti smartphone akan menjadi perangkat mobile terdepan, yang akan melengkapi PC dalam beberapa hal. Memugkinkan sejarah akan berulang, sejarah ketika PC mengalahkan Mainframe atau Miniframe. Salah satu kesan itulah yang ditangkap oleh Google, sehingga menghadirkan Android sebagai salah satu teknologi pada saat ini. Terbukti dengan semakin intensifnya perang yang terjadi pada dunia mobile, berkaitan dengan Sistem Operasi, juga aplikasi – aplikasi pendukungnya.
Android adalah system operasi untuk perangkat seluler berbasis Linux yang menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri yang dapat digunakan oleh bermacam peranti bergerak (Copper, 2010). Kehadiran smartphone Android memberikan alternatife baru bagi para pengguna smartphone. Sebuah smartphone adalah perangkat mobile yang tidak hanya untuk melakukan komunikasi suara atau teks tapi lebih dari itu. Dengan aplikasi-aplikasi yang tepat kita bisa mendapatkan value dan fungsi yang lebih dari sebuah smartphone.
Sistem operasi Android menjadi pilihan yang baik bagi vendor-vendor smartphone karena memiliki biaya lisensi lebih murah dan sifatnya yang open source. Tidak hanya itu Android tentunya akan support dengan berbagai layanan dari Google.
Hotel murah dan bagus akan menjadi pertimbangan ketika hendak memulai perjalanan. Mencari hotel murah dan bagus bantuan dengan menggunakan travel agent (agen perjalanan) akan menyulitkan dan merepotkan pengguna. Pengguna  harus mengunjungi satu-persatu situs web hotel di internet pada lokasi user berada dan tidak  semua hotel yang dikunjungi belum tentu menjamin dalam daftar hotel murah dan bagus yang sesuai dengan keinginan pengguna.
Teknologi informasi dan komunikasi menawarkan perkembangan yang sangat cepat. Selain menawarkan kemudahan juga disertai dengan akses yang cepat dan tepat. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah mobile agent pencarian yang memudahkan untuk mencari hotel dengan criteria tertentu melalui smartphonei berbasis android. Pada kriteria pencarian hotel meliputi harga, kualitas atau bintang, dan rute dari posisi pengguna menuju hotel. Penggunaan modul pencarian hotel berbasis android tersebut adalah system operasi pada smartphone versi terbaru. Selain itu, platform android bisa didistribusikan secara terbuka atau open source sehingga programmer bisa membuat aplikasi baru di dalamnya.

Selengkapnya Di SINI

Representasi Grafik Multi-Level Berbasis Scalable Vector Graphics untuk Aplikasi Rich-Content Majalah Mobile


presentasi Grafik Multi-Level Berbasis Scalable Vector Graphics untuk Aplikasi Rich-Content Majalah Mobile. Teknologi komputasi mobile dan komunikasi wireless telah mengubah praktek bisnis dan enterprise tradisional. Berbagai model perangkat, pekerjaan dan aspek-aspek lain yang bersifat mobile semakin dikembangkan baik oleh peneliti di bidang industri maupun akademis karena diharapkan akan memberi paradigma baru dalam praktek bisnis maupun kehidupan yang lebih baik.
               Di sisi hardware, pengembangan perangkat mobile sejenis telepon selular dan smart-phone saat ini telah mendukung rich multimedia content. Hal ini juga didukung dengan adanya sistem komunikasi generasi ketiga yaitu 3G yang memungkinkan akses jaringan yang lebih baik.
Dari sisi bisnis, perkembangan di bidang hardware dan jaringan saja tidak cukup. Sebagai contoh, peluncuran teknologi 3G di beberapa negara di Asia menunjukkan respon pengguna jasa selular ternyata tidak sebaik yang diharapkan pada awalnya. Kurangnya content yang ditawarkan oleh berbagai pihak yang berkecimpung dalam dunia telekomunikasi disebut sebagai salah satu faktor utama kegagalan teknologi baru ini. Tanpa adanya content, teknologi 3G akan menjadi percuma [1]. Selain itu, bisnis layanan content diyakini menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di era digital. Kenyataannya, pendapatan penyedia jasa selular dari penjualan content memang besar 

Selengkapnya Di SINI





Pemetaan Program Pengentasan Kemiskinan Berbasis Fuzzy Multy



Pemetaan Program Pengentasan Kemiskinan Berbasis Fuzzy Multy Atribute Decision Making Dengan Metode SAW di Kabupaten Sumba Tengah Nusa Tenggara Timur 


1.        Pendahuluan
Kemiskinan tidak hanya menjadi permasalahan bagi Negara berkembang, bahkan Negara-Negara maju pun mengalami kemiskinan walaupun tidak sebesar Negara berkembang. Persoalannya sama namun dimensinya berbeda. Persoalan kemiskinan di Negara maju merupakan bagian terkecil dalam komponen masyarakat mereka tetapi bagi Negara berkembang persoalan menjadi lebih kompleks karena jumlah penduduk miskin hampir mencapai setengah dari jumlah penduduk. Bahkan ada Negara-Negara sangat miskin mempunyai jumlah penduduk miskin melebihi dua pertiga dari penduduknya Kemiskinan merupakan masalah dalam pembangunan yang bersifat multidimensi. Kemiskinan ditandai oleh keterbelakangan dan pengangguran yang selanjutnya meningkat menjadi pemicu ketimpangan pendapatan dan kesenjangan antar golongan penduduk. Kesenjangan dan pelebaran jurang kaya miskin tidak mungkin untuk terus dibiarkan karena akan menimbulkan berbagai persoalan baik persoalan sosial maupun politik di masa yang akan dating.
Kemiskinan bukanlah persoalan baru di Negara kita berawal dari krisis moneter yang terjadi sejak tahun 1997 mengakibatkan berbagai macam permasalahan, salah satunya berdampak pada meningkatnya tingkat kemiskinan penduduk Indonesia terutama mereka yang berada di pedesaan. Data yang diperoleh dari biro pusat statistik (BPS) menyatakan terjadi peningkatan jumlah orang miskin dari 35,10 juta (februari 2005) menjadi  39,30 juta jiwa (maret 2006) atau 17,75% dari total penduduk Indonesia. Penduduk miskin di pedesaan bertambah 2,11 juta dan di kota bertambah 2,09 juta jiwa. Namun pada maret 2007 sampai maret 2011 penduduk miskin menjadi 30,02 juta orang.
Kabupaten Sumba Tengah merupakan salah satu daerah yang menjadi obyek program taskin. Program taskin di Kabupaten Sumba Tengah di laksanakan di 5 kecamatan dengan total desa sebanyak 43 desa. Sebagai sebuah Kabupaten baru yang baru berdiri program pengentasan kemiskinan di Kabupaten ini sangant dibutuhkan untuk membantu pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan yang cukup tinggi di Kabupaten Sumba Tengah, sebab berdasarkan data hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah pada tahun 2010 di 5 kecamatan yang ada di Sumba Tengah dengan total desa sebanyak 43 desa ada sekitar 33 desa dengan 6.218 Kepala Keluarga serta 22.063 jiwa masyarakat di Kabupaten Sumba Tengah yang hidup dalam kemiskinan. Sehingga diperlukan suatu program yang dapat membantu pemerintah dalam mengatasi atau menurunkankan angka kemiskinan ini dan salah satu program yang mungkin bisa diterapkan adalah program pengentasan kemiskinan.
Dalam program pengentasan kemiskinan yang dilakukan di Daerah Tingkat II Sumba Tengah, diperlukan suatu data dan informasi pengentasan kemiskinan untuk pelaksanaannya data dan informasi itu didapat dari hasil survey terhadap 5 (lima) kecamatan di Kabupaten Sumba Tengah yaitu Katikutana, Katikutana Selatan, Umbu Ratu Nggay, Umbu Ratu Nggay Barat dan Mamboro.
Dengan mengintegrasikan GIS dalam aplikasi untuk pemetaan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumba Tengah, maka dapat diketahui data dan kondisi daerah yang menjadi objek program pengentasan kemiskinan karena data yang menjadi objek program pengentasan kemiskinan tersebut, dapat disajikan dalam bentuk peta tematik sehingga masyarakat luas akan lebih mengetahui perkembangan program pengentasan kemiskinan secara statistik dan diharapkan seluruh lapisan masyarakat ikut serta dalam penanggulangan kemiskinan.

Selengkapnya Di SINI



Sistem Informasi Penggajian dan Kepegawaian Berbasis Dekstop



Sistem Informasi Penggajian dan
Kepegawaian Berbasis Dekstop
(Studi Kasus: Sekolah Menengah Atas (SMA)
Negeri 2 Waingapu)



            1.   Pendahuluan
Perkembangan dunia informasi yang semakin meningkat seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi komputer yang mampu menunjang berbagai kebutuhan dan permintaan informasi dari pengguna membuat informasi telah menjadi suatu kebutuhan utama dalam suatu organisasi, Oleh karena itu, sarana yang efektif untuk mengakses, mengolah dan menyimpan sumber informasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kegiatan usaha.
Teknologi Informasi sudah menjadi pilihan utama dalam menciptakan Sistem Informasi organisasi yang tangguh sehingga mampu melahirkan keunggulan kompetitif dan menjadi strategi unggulan di tengah persaingan yang semakin ketat dewasa ini.Pembangunan Sistem Informasi suatu organisasi bukan sekedar mengotomatisasi sebagian proses yang secara rutin dilakukan, melainkan menciptakan suatu aliran informasi yang baru yang secara sistematis dan terintegrasi disusun  menjadi suatu sistem yang terpadu [1].Perangkat lunak merupakan bagian yang sangat penting. Perangkat lunak memberikan suatu peran yang sangat penting dalam kelancaran kegiatan organisasi, seperti kemampuan untuk melakukan pengolahan, penyimpanan dan pengaksesan informasi yang diperlukan dengan efektif. Dengan adanya perangkat lunak, diharapkan data yang ada dapat disimpan secara teratur, sehingga pengaksesan dan pengolahan data dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Pelaksanaan fungsi dari manajemen sebuah organisasi, adalah keberadaan dan kelancaran aktifitas administrasi. Pemanfaatan Teknologi Informasi dapat menghasilkan efisiensi dalam berbagai aspek pengelolaan informasi yang ditunjukkan oleh kecepatan dan ketepatan waktu pemrosesan, serta ketelitian dan kebenaran informasi (validitas) yang dihasilkan, Hal ini berkaitan dengan penggunaan perangkat keras komputer (hardware), program aplikasi pendukung (software), perangkat komunikasi dan internet sebagai sarana pengelolaan informasi [1].
Penggajian adalah memberikan kompensasi untuk pegawai yang berupa gaji sebagai kembalian finansial kepada para pegawai sebagai ganti kontribusi mereka terhadap organisasi, instansi atau lembaga [2]. Aplikasi Sistem Informasi Penggajian dan KepegawaianSMA Negeri 2 Waingapu bertugas menyimpan dan memproses data yang digunakan untuk menggaji pegawai atas layanan yang mereka berikan. Aplikasi Sistem Penggajian dan Kepegawaian sangat penting, sehingga sistem tersebut harus didesain dengan baik agar dapat memberikan layanan yang dibutuhkan pegawai serta dapat membantu memberikan informasi bagi user (Kepala Sekolah) dalam bentuk laporan, Hal ini perlu didukung oleh sistem informasi yang mampu menyediakan informasi secara cepat dan akurat mengingat penggajian adalah salah satu proses dalam organisasi yang rentan terhadap masalah. Kesalahan perhitungan atau keterlambatan pembayaran gaji merupakan contoh masalah yang sering dihadapi dalam sistem penggajian.
Aplikasi Sistem Informasi Penggajian dan Kepegawaian Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Waingapu adalah cara baru dalam pengolahan data penggajian pegawai. Sistem Informasi penggajian ini merupakan dasar dan konsekuen logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kondisi administrasi pada saat ini di SMA Negeri 2 Waingapu kurang maksimal dalam pencarian data seorang pegawai karena sistem yang ada di SMA Negeri 2 Waingapu masih sangat minimal dan bersifat manual, hal ini menyebabkan kurang efektif, memakan waktu yang cukup lama dan tidak akuratnya data yang dihasilkan, oleh sebab itudibutuhkan suatu sistem yang mudah namun efektif yang dapat berguna bagi user administrator(Bendahara) untuk mengolah data yang akan diinformasikan kepada user (Kepala Sekolah).

            2.   Tinjauan Pustaka
Penelitian tentang Sistem Informasi Kepegawaian, Sistem Informasi Penggajian maupun tentang Sistem Informasi itu sendiri telah banyak dilakukan oleh para peneliti terdahulu dan menjadi referensi dalam perancangan dan pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Penggajian dan Kepegawaian Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Waingapu, yaitu “Sistem Informasi Guru dan Pegawai SMP Negeri 12 Medan” membahas tentang sistem informasi guru dan pegawai dan memberikan informasi data guru dan pegawai secara cepat serta akurat[3], “Sistem Informasi Penggajian Pegawai Madrasah Aliyah Negeeri Binjai”membahas tentang sistem informasi peggajian pegawai dan memberikan informasi tentang gaji pegawai [2]. Pada kesempatan ini, penelitian akan dilakukan pada Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Waingapu.
Dalam penelitian ini, akan dibangun sebuah aplikasi penggajian dimana aplikasi tersebut dapat memberikan informasi tentang penggajian dan daftar pegawai pada SMA N 2 Waingapu. Penerapan sistem informasi ini menghasilkan laporan-laporan hasil kompilasi data yang dikelola oleh database yang berkualitas, karena setiap proses pembuatan laporan tersebut dieksekusi secara otomatis oleh mesin komputer. Adanya penerapan sistem informasi ini juga membantu setiap pihak untuk mendapatkan informasi secara lebih efektif dan efisien .
selengkapnya di  SINI